Showing posts with label teladan. Show all posts
Showing posts with label teladan. Show all posts

Tuesday, April 28, 2015

Seminar Kebangsaan Guslat Teknik Racana Wijaya


Sebagai salah satu bentuk kepedulian dan wujud bakti kepada bangsa dan negara, UKM Pramuka Guguslatih Teknik Racana Wijaya Gugus Depan Kota Semarang 14.111 Gugus Depan Kota Semarang 14.112 Universitas Negeri Semarang bermaksud mengadakan seminar kebangsaan dengan tema Bangun Jiwa, Bangun Raga untuk Mempererat Persatuan Bangsa Indonesia”. Diharapkan seminar kebangsaan ini dapat: Memberikan pengetahuan dan informasi tentang Semangat Kebangsaan dalam mempererat persatuan bangsa untuk masyarakat pada umumnya dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang pada khususnya, menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang saat ini mulai pudar.
Adapun pelaksanaan Seminar Kebangsaan 2015 pada:

Hari                 : Minggu
Tanggal         : 10 Mei 2015
Tempat           : Geraha Cendikia Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Uploaded by ( seputarunnes.com )

Monday, June 16, 2014

Mahasiswa Unnes Dorong Desa Jarum Jadi Ikon Batik Alam

Klaten – Empat mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) mendapat dukungan dari Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) untuk mengampanyekan Desa Jarum, Bayat menjadi “ikon batik alam” di Indonesia lewat Festival Batik Alam Ramah Lingkungan.

Bagi tim PKM-M Unnes yang beranggotakan, Guruh Tri Utomo jurusan Bahasa Jawa, Doni Pratama jurusan Manajemen, Laily Nur Iffah Sari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, dan Marselina Herdra Jatiningsih jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran, yang semuanya berasal dari Klaten, merasa sentra batik tulis di Desa Jarum, Bayat, berbeda dengan daerah lain.

“Batik tulis Jarum memiliki keunikan tersendiri. Proses pembuatannya, terutama motif dan bahan pewarna batik, berasal dari unsur alam. Misalnya, untuk warna hijau diambil dari daun pandan,” kata Guruh Tri Utomo (20), ketua panitia sekaligus ketua tim PKM-M Unnes.

Guruh menambahkan, melalui Festival Batik Alam, ternyata Desa Jarum memiliki paket wisata komplit. “Mulai dari batik kayu, layah watu, kesenian kuda lumping, dan berbagai sanggar seni tari, yang merupakan potensi desa untuk menawarkan paket wisata komplit kepada wisatawan,” tambahnya.

Melalui festival yang bertajuk “Bersama Desa Jarum Lestarikan Batik Ramah Lingkungan,” lanjut Guruh, kami ingin “menyentil” Pemkab Klaten. “Lewat ‘sentilan’ ini otomatis pemerintah akan semakin sinergis dengan warga untuk mengusahakan Desa Jarum sebagai ikon batik alam di Indonesia,” ujar mahasiswa Unnes asal Wonorejo, Bulusan, Karangdowo ini kepada Timlo.net, Minggu (15/6), di sela-sela festival.

Sumber : timlo.net

Tuesday, January 21, 2014

Acount Twitter yang menginformasikan Seputar Unnes

SeputarUnnes.com , Perkembangan pesat dunia informasi sosial media membut pendistribusian informasi melalui sosial media sangatlah cepat, selain facebook, yang sedang ngetrend saat ini adalah Twitter, dimana sosmed (sosial media) berlambang burung ini adalah salah satu sosmed yang di gunakan orang pribadi sampai berbagai instansi serta partai politik dan caleg.

Tak ketinggalan pula benyebar/pemberi informasi mengenai perkembangan dan berita seputar kampus unnes, lingkungan unnes, dan berita event serta lainnya, berikut kami berikan beberapa media yang getol memberikan informasi yang berhubungan dengan unnes dan kampus unnes serta masyarakat sekitar unnes.

  • @seputarunnes
Media Informasi Online Seputar Unnes | Sekaran | Banaran | Patemon | Event | Komunitas | Email : seputarunnes@gmail.com
  • @kampusunnes
Sekelompok Mahasiswa Unnes yg mencoba membantu sesama Mahasiswa Unnes agar mendapatkan berita Seputar Unnes!
  • @info_SEKARAN
Mari warga sekaran, Gunung Pati, unnes dan sekitarnya saling berbagi berbagai Info Seputar Sekaran & sekitarnya
  • @cahUnnes_ID
Portal Media Informasi Mahasiswa Universitas Negeri Semarang | Unnes | Akun edukatif | Unofficial | Berita Unnes | Acara Unnes | Beasiswa Unnes 
  •  @AsliUnnes 
Dari kita oleh kita untuk Unnes Konservasi | Jurnalis 140 Karakter :D
  • @SekitarUnnes
‏ Portal Media Informasi Online Sekitar Unnes | Info Kost | Info Kuliner | Tempat Nongkrong | Tempat Ngopi | Pokoknya Semua di Sekitar Unnes
Itu lah tadi beberapa acount yang mengabarkan, memberikan berbagai informasi untuk lingkungan dan mahasiswa pengguna twitter di kalangan unnes. Anda dapat Follow Beberapa acount di atas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar kampus unnes.

Jika ada yang belum kami tuliskan silahkan menghubungi kami untuk di letakkan dalam list diatas.

Salam


Memadukan Puisi, Musik, dan Teater

Diam-diam seorang cowok cupu berambut klimis, berkemeja kotak-kotak dengan celana cingkrang lengkap dengan kacamata berbingkai tebal itu memperhatikan cewek cantik bergaya modis yang sedang duduk di taman. Malu-malu ia mendekati lalu duduk di samping cewek yang sedari tadi asyik dengan gawainya.

Mencoba memberanikan diri, si cowok terus melipir agar bisa duduk berdekatan dengan si cewek. Hmm, tapi sayangnya belum sempat sekelumit sapaan keluar dari mulut si cowok, si cewek keburu pergi meninggalkannya.

Cowok itu kesal. Bukan pada si cewek. Tapi pada dirinya sendiri yang berpenampilan cupu. Beberapa kali ia pun mencoba mengubah penampilannya jadi sosok cowok yang lebih gaul. Yap, kurang lebih kayak gitu sajian teatrikal kelompok Mas GunĂ­s Family dalam musikalisasi puisi yang mereka sajikan di Gebung B6 FBS Unnes, Minggu (19/1).

Dalam puisi bertajuk ''Sajak Kecil tentang Cinta'' karya Sapardi Djoko Damono, si pembaca puisi Aifa Hasanah (20) tampil dengan ekspresi menawan menyampaikan pesan kecil tentang cinta bahwa untuk mencintai seseorang, kamu nggak harus menjadi siapa pun, tapi tetaplah menjadi kamu yang sesungguhnya.

Yup, ''mencintaimu harus menjelma aku'' seperti baris akhir puisi yang dibawakan mahasiswa semester tiga Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unnes itu. Sebanyak 29 kelompok yang nggak lain adalah mahasiswa semester tiga Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unnes menampilkan musikalisasi puisi dalam acara bertajuk ''Gelar Karya Musikalisasi Puisi 2014.''

Di acara yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (18-19/1), tiap kelompok menyajikan karya musikalisasi puisi dengan model pengemasan yang beragam.

Ekspresi Lisan Sastra

Ada yang menggubah puisi menjadi sebuah lagu dan ada pula yang mengombinasikan dengan musik bahkan penampilan teatrikal yang apik. Salah seorang penonton Evi Yuliana (20) yang takzim menyimak pertunjukan tersebut memberi komentar. ''Menarik, nggak monoton membaca puisi aja. Pastinya, aku jadi nggak kesulitan mencerna isi puisi.

Soalnya ada beberapa yang menggambarkan penafsiran puisinya lewat teatrikal. Penampilan mereka kreatif dan cakep deh,'' tutur cewek yang mbela-belain datang menyaksikan pementasan meski hari hujan. Nah, dalam musikalisasi puisi tersebut para penampil diuji kemampuannya dalam menyampaikan pesan puisi dengan baik, entah lewat musik atau seni teatrikalnya.

Pemilihan musik yang senada alias klop dengan puisi yang dibawakan serta kualitas dan kekuatan vokal personal dalam bernyanyi ataupun membaca puisi juga tak luput jadi pertimbangan penilaian sebagai tugas akhir mata kuliah Ekspresi Lisan Sastra. ''Nggak gampang rupanya.

Selain harus fokus dengan penampilan panggung baik gerak tubuh dan mimik wajah, kekuatan vokal atau suara juga penting. Karena nggak terbiasa dengan penampilan panggung, lebih-lebih kudu menyanyi, aku sempat merasa kesulitan,'' ungkap Tirza Andina Theoriska (19), seorang peserta yang menyanyikan syair puisi karya Sapardi Djoko Damono berjudul ''Yang Fana Adalah Waktu.''

Dari aksi panggung musikalisasi puisi itu, Hestri Arfi P(19) menuturkan bahwa ia mendapat pengalaman berbeda dalam mempelajari bahasa, terutama sastra Indonesia.

Yap, benar banget, nggak berhenti pada aktivitas membaca, tapi ada tantangan lain saat mereka dituntut untuk menghasilkan karya dari aplikasi ilmu kebahasaan yang telah mereka peroleh dari membaca.

Sumber : SuaraMerdeka.com, Oleh Ike Purwaningsih

Monday, January 13, 2014

Lolos di International Paper Presentation di Tokyo

BREBES – Anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Bayu Rizky Pratama, asal Brebes, Jawa Tengah mencatatkan prestasi di kancah internasional. Ia berhasil lolos seleksi mengikuti International Paper Presentation yang kegiatannya dipusatkan di Tokyo, Jepang, pada 28-30 Maret 2014 mendatang.

Bayu Rizky Pratama adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang lolos bersama dua orang temannya dari kampus yang sama, yaitu Hardiansyah Nur Sahaya dan Desi Tri Susilowati.

“Alhamdulillah, saya dan dua orang teman saya dari UNNES lolos, dan surat undangan resminya sudah kami terima,” ujar Bayu Rizky Pratama dalam keterangan persnya yang dikirim ke JPNN.com.

Menurut Bayu, seleksi awal event itu, seluruh calon peserta mengirimkan paper hasil penelitian mereka mengenai pendidikan berbasis budaya. Bayu sendiri mengirim paper dengan judul “Character Education Model for Dropped-Out Students at School in Deliksari Village Semarang City Through Performance of Puppet Doll Historical Figures”. Di Tokyo, Bayu dan sejumlah delegasi dari Indonesia akan mempresentasikan paper mereka.

“Saya tahu ini bukan perjuangan yang mudah, terutama terkait biaya. Jadi, kami mohon doanya. Kami akan berusaha untuk membawa nama Indonesia di Tokyo dan mengharumkannya,” ujar Bayu, mahasiswa yang duduk di semester lima UNNES Semarang. Sementara kedua temannya di semester tujuh.

Dia menyebutkan, sejak kecil dirinya telah memiliki obsesi ke Jepang. Dia berharap lewat kegiatan itu dapat mewujudkan mimpi-mimpinya menginjakkan kaki di Negeri Sakura.

International Paper Presentation merupakan kegiatan tahunan yang dipusatkan di Tokyo Jepang. Kegiatan itu mengemukakan komitmen untuk memastikan bahwa para pemimpin global dan pembentuk opini baik di sektor publik dan swasta, dalam pendidikan dan bisnis, memiliki kesempatan yang sama dari seluruh penduduk benua lain untuk mendiskusikan isu-isu relevansi dan kepentingan nasional dan internasional.

Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan dan Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela menyatakan syukur dan bangganya bahwa anggota FAM Indonesia dapat lolos seleksi International Paper Presentation itu.

Mereka berharap kepada pihak-pihak terkait di Brebes, khususnya dari pihak kampus, dapat memerhatikan calon delegasi Indonesia ini. Perhatian dimaksud dalam hal bantuan materil dan moril agar Bayu dan kawan-kawannya dapat mewujudkan impian menjejakkan kaki di Negeri Sakura.

“FAM Indonesia menyampaikan selamat dan semoga perjalanan ke Tokyo nanti dapat dimudahkan serta membawa harum nama Indonesia,” ujar Muhammad Subhan. (awa/jpnn)

Sumber : jpnn.com

Thursday, January 9, 2014

"Semua Demi Kuliah Anak Ku", Kisah Motivasi

Beberapa waktu lalu mimin SeputarUnnes.com membaca salah satu media online, pada artikel tersebut menerangkan bagaimana seorang ayah bekerja membanting tulang menjadi tukang parkir, tidak peduli rasa malu dan lainnya, yang penting halal, semua demi kita, anak-anak, sehingga hendaknya kita sebagi anak harus berterimakasih kepada kedua orang tua dengan cara belajar dan belajar agar mampu membuat mereka bahagia, kurang lebih beginilah ceritanya :

Bagi Hadi Utomo (50) warga desa Pecangaan Kulon Kecamatan Pecangaan bekerja bukanlah untuk mencari kekayaan. Namun hanyalah untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Oleh karena itu meskipun tergolong pas-pasan dari segi penghasilan namun ucap syukur setiap hari terus terucapkan.

"Meski dipandang sebelah mata kerja sebagai tukang parkir. Namun saya tidak mempedulikan yang penting halal dan bisa membiayai anak-anak sekolah dan juga belanja di rumah," aku Hadi Utomo pada FORMASS Senin (23/12).

Hadi utomo mengatakan kerja sebagai tukang parkir sudah dijalani lebih dari 10 tahun. Dulu sebelum markir ia bekerja sebagai karyawan pabrik Aqua di Pudak Payung Semarang. Namun setelah berumah tangga iapun beralih profesi sebagai tukang parkir.

Awal terjun sebagai tukang parkir memang ada rasa malu . Tetapi rasa malu itupun disingkirkan jauh-jauh demi menghidupi anak dan istrinya. Setelah beberapa bulan iapun telah terbiasa dan enjoy saja. Meskipun harus mengumpulkan uang recehan tetapi berkat uang recehan itu ia mampu menguliahkan anak ke Perguruan Tinggi.

"Alhamdulillah anak sulung saya kini sudah semester 7 jurusan sejarah di UNNES Semarang. Semua biaya kuliah juga dari hasil parkir dan juga kerja istri di Catering milik tetangga," tambah Hadi Utomo.

Bekerja sebagai tukang parkir menurut Hadi membutuhkan kesadaran tersendiri. Tidak semua orang tahu aturan parkir oleh karena itu jika ada yang tidak memberika uang parkir ia tidak memaksakan. Bagitu juga ketika ada yang memberikan uang lebih iapun memberikan uang kembali.

"Aturannya untuk parkir sepeda motor bayarnya Cuma Rp 500. Sedangkan untuk mobil Rp 1.000. Tetapi ada juga yang diberi kembalian namun diberikan kembali . Ya saya terima mungkin ini rezeki lebih saya," kata Hadi Utomo.

Hadi Utomo mengaku kerjanya sebagai tukang parkir di depan Masjid Walisongo Pecangaan legal. Setiap bulan ia menyetor ke dinas perhubungan sebagai kewajiban mengisi kas daerah. Dari sisa setor itulah yang menjadi haknya sebagai tukang parkir. Dari selisih setor ke Dinas perhubungan itulah setiap bulannya ia bisa mencukupi kehidupan harian rumah tangganya.

"Anak saya tiga pak laki-laki semua. Yang nomor dua dan nomor tiga kini duduk di SMA semua. Alhamdulillah anak-anak saya nurut sama orang tua. Itulah yang menjadi tabungan saya kelak. Saya tidak bisa meninggalkan harta hanya ilmu yang mudah-mudahan kelak bermanfaat," urai Pak Hadi.

Selain pak Hadi diseputaran Pecangaan ada beberapa tukang parkir yang mempunyai daerah kerja masing-masing. Dan pak hadi Utomo adalah salah satu potret tukang parkir yang berhasil mendidik anaknya hingga ke perguruan tinggi dari hasil kerja markir.

Sumber : merdeka.com