Showing posts with label cerita sukses. Show all posts
Showing posts with label cerita sukses. Show all posts

Sunday, January 19, 2014

Angkat Wayang, 3 Mahasiswa Unnes Diundang Tampil di Jepang

Sekali lagi, kearifan lokal Indonesia berhasil memikat hati masyarakat internasional. Penelitian tiga mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) tentang wayang berhasil lolos seleksi dan berhak tampil dalam konferensi internasional di Tokyo, Jepang.

Ketiga mahasiswa itu ialah Bayu Rizki Pratama dari Jurusan Pendidikan Akuntansi, Hardiansyah dari Jurusan Ekonomi Pembangunan, dan Desy Tri Susilowati dari Jurusan Sejarah. Berhasil menyisihkan 1.200 paper, tiga sekawan tersebut diundang untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam International Conference Business and Social Science (ICBASS) pada Maret mendatang.

“Kami melakukan penelitian tentang pendidikan non-formal bagi siswa putus sekolah di Deliksari dengan pendekatan historical science. Di Deliksari, banyak siswa putus sekolah sehingga tidak mengenal tradisi bangsa. Kami memperkenalkan konsep kebudyaan Nusantara melalui wayang,” ujar Bayu, seperti dilansir oleh Okezone, Sabtu (18/1/2014).

Untuk tampil memukau dalam konferensi tersebut, mereka tengah mempersiapkan diri di antaranya dengan menajamkan kemampuan berbahasa Inggris.

"Saya harap dapat mempresentasikan konsep itu pada konferensi di Hotel Toshi Center, Tokyo nanti," paparnya.

ICBASS merupakan konferensi yang melibatkan peneliti dari berbagai negara di empat benua. Taiwan menjadi partisipan paling aktif dengan mengirimkan 30 persen dari keseluruhan paper yang masuk. Thailand menajdi negara kedua dengan jumlah paper mencapai 18 persen dari keseluruhan paper yang masuk.

Sumber : okezone.com

Monday, January 13, 2014

Lolos di International Paper Presentation di Tokyo

BREBES – Anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Bayu Rizky Pratama, asal Brebes, Jawa Tengah mencatatkan prestasi di kancah internasional. Ia berhasil lolos seleksi mengikuti International Paper Presentation yang kegiatannya dipusatkan di Tokyo, Jepang, pada 28-30 Maret 2014 mendatang.

Bayu Rizky Pratama adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang lolos bersama dua orang temannya dari kampus yang sama, yaitu Hardiansyah Nur Sahaya dan Desi Tri Susilowati.

“Alhamdulillah, saya dan dua orang teman saya dari UNNES lolos, dan surat undangan resminya sudah kami terima,” ujar Bayu Rizky Pratama dalam keterangan persnya yang dikirim ke JPNN.com.

Menurut Bayu, seleksi awal event itu, seluruh calon peserta mengirimkan paper hasil penelitian mereka mengenai pendidikan berbasis budaya. Bayu sendiri mengirim paper dengan judul “Character Education Model for Dropped-Out Students at School in Deliksari Village Semarang City Through Performance of Puppet Doll Historical Figures”. Di Tokyo, Bayu dan sejumlah delegasi dari Indonesia akan mempresentasikan paper mereka.

“Saya tahu ini bukan perjuangan yang mudah, terutama terkait biaya. Jadi, kami mohon doanya. Kami akan berusaha untuk membawa nama Indonesia di Tokyo dan mengharumkannya,” ujar Bayu, mahasiswa yang duduk di semester lima UNNES Semarang. Sementara kedua temannya di semester tujuh.

Dia menyebutkan, sejak kecil dirinya telah memiliki obsesi ke Jepang. Dia berharap lewat kegiatan itu dapat mewujudkan mimpi-mimpinya menginjakkan kaki di Negeri Sakura.

International Paper Presentation merupakan kegiatan tahunan yang dipusatkan di Tokyo Jepang. Kegiatan itu mengemukakan komitmen untuk memastikan bahwa para pemimpin global dan pembentuk opini baik di sektor publik dan swasta, dalam pendidikan dan bisnis, memiliki kesempatan yang sama dari seluruh penduduk benua lain untuk mendiskusikan isu-isu relevansi dan kepentingan nasional dan internasional.

Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan dan Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela menyatakan syukur dan bangganya bahwa anggota FAM Indonesia dapat lolos seleksi International Paper Presentation itu.

Mereka berharap kepada pihak-pihak terkait di Brebes, khususnya dari pihak kampus, dapat memerhatikan calon delegasi Indonesia ini. Perhatian dimaksud dalam hal bantuan materil dan moril agar Bayu dan kawan-kawannya dapat mewujudkan impian menjejakkan kaki di Negeri Sakura.

“FAM Indonesia menyampaikan selamat dan semoga perjalanan ke Tokyo nanti dapat dimudahkan serta membawa harum nama Indonesia,” ujar Muhammad Subhan. (awa/jpnn)

Sumber : jpnn.com

Thursday, January 9, 2014

"Semua Demi Kuliah Anak Ku", Kisah Motivasi

Beberapa waktu lalu mimin SeputarUnnes.com membaca salah satu media online, pada artikel tersebut menerangkan bagaimana seorang ayah bekerja membanting tulang menjadi tukang parkir, tidak peduli rasa malu dan lainnya, yang penting halal, semua demi kita, anak-anak, sehingga hendaknya kita sebagi anak harus berterimakasih kepada kedua orang tua dengan cara belajar dan belajar agar mampu membuat mereka bahagia, kurang lebih beginilah ceritanya :

Bagi Hadi Utomo (50) warga desa Pecangaan Kulon Kecamatan Pecangaan bekerja bukanlah untuk mencari kekayaan. Namun hanyalah untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Oleh karena itu meskipun tergolong pas-pasan dari segi penghasilan namun ucap syukur setiap hari terus terucapkan.

"Meski dipandang sebelah mata kerja sebagai tukang parkir. Namun saya tidak mempedulikan yang penting halal dan bisa membiayai anak-anak sekolah dan juga belanja di rumah," aku Hadi Utomo pada FORMASS Senin (23/12).

Hadi utomo mengatakan kerja sebagai tukang parkir sudah dijalani lebih dari 10 tahun. Dulu sebelum markir ia bekerja sebagai karyawan pabrik Aqua di Pudak Payung Semarang. Namun setelah berumah tangga iapun beralih profesi sebagai tukang parkir.

Awal terjun sebagai tukang parkir memang ada rasa malu . Tetapi rasa malu itupun disingkirkan jauh-jauh demi menghidupi anak dan istrinya. Setelah beberapa bulan iapun telah terbiasa dan enjoy saja. Meskipun harus mengumpulkan uang recehan tetapi berkat uang recehan itu ia mampu menguliahkan anak ke Perguruan Tinggi.

"Alhamdulillah anak sulung saya kini sudah semester 7 jurusan sejarah di UNNES Semarang. Semua biaya kuliah juga dari hasil parkir dan juga kerja istri di Catering milik tetangga," tambah Hadi Utomo.

Bekerja sebagai tukang parkir menurut Hadi membutuhkan kesadaran tersendiri. Tidak semua orang tahu aturan parkir oleh karena itu jika ada yang tidak memberika uang parkir ia tidak memaksakan. Bagitu juga ketika ada yang memberikan uang lebih iapun memberikan uang kembali.

"Aturannya untuk parkir sepeda motor bayarnya Cuma Rp 500. Sedangkan untuk mobil Rp 1.000. Tetapi ada juga yang diberi kembalian namun diberikan kembali . Ya saya terima mungkin ini rezeki lebih saya," kata Hadi Utomo.

Hadi Utomo mengaku kerjanya sebagai tukang parkir di depan Masjid Walisongo Pecangaan legal. Setiap bulan ia menyetor ke dinas perhubungan sebagai kewajiban mengisi kas daerah. Dari sisa setor itulah yang menjadi haknya sebagai tukang parkir. Dari selisih setor ke Dinas perhubungan itulah setiap bulannya ia bisa mencukupi kehidupan harian rumah tangganya.

"Anak saya tiga pak laki-laki semua. Yang nomor dua dan nomor tiga kini duduk di SMA semua. Alhamdulillah anak-anak saya nurut sama orang tua. Itulah yang menjadi tabungan saya kelak. Saya tidak bisa meninggalkan harta hanya ilmu yang mudah-mudahan kelak bermanfaat," urai Pak Hadi.

Selain pak Hadi diseputaran Pecangaan ada beberapa tukang parkir yang mempunyai daerah kerja masing-masing. Dan pak hadi Utomo adalah salah satu potret tukang parkir yang berhasil mendidik anaknya hingga ke perguruan tinggi dari hasil kerja markir.

Sumber : merdeka.com