Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts

Tuesday, January 21, 2014

Warung Nasi Kucing Idaman Mahasiswa Unnes

Siapa sih yang gak tau apa itu nasi kucing? Yupz,,bener banget, nasi kucing atau yang sering disebut sebagai kucingan adalah salah satu jenis makanan simple atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan "sega kucing" bukanlah suatu menu tertentu tetapi lebih pada cara penyajian nasi bungkus yang banyak ditemukan pada warung angkringan. Dinamakan "nasi kucing" karena disajikan dalam porsi yang (sangat) sedikit, seperti menu untuk pakan kucing. Nasi kucing adalah sebentuk nasi rames, dengan menu bermacam-macam : tempe kering, teri goreng, sambal goreng, babat, bandeng, usus, kepala atau cakar ayam serta sate telur puyuh, dll. Nasi kucing dikenal di berbagai tempat di Jawa Tengah (termasuk Yogyakarta) dan sangat populer di kalangan mahasiswa. Walaupun porsinya sangat sedikit, namun jenis makanan ini sangat laris terjual dan rasanya juga enak. Disamping harganya yang murah ( menyesuaikan kondisi ekonomi mahasiswa ) tetapi juga karena suasana warung kucingan yang begitu bersabahat dengan angin malam membuat para mahasiswa terajak untuk mencobanya.

Kalo di tempat asalnya, Jogja, (asalnya atau bukan ya?) gak tau juga, pokoknya nasi kucing ini banyak di Jogja dan Jawa Tengah sekitarnya, khususnya di wilayah kampus Unnes. Di warung angkringan (yang pake gerobak dorong cuma ditutupin terpal aja, sederhana banget), tapi ada juga yang pakai tenda, lumayan besar juga tempatnya. Dan konon di wilayah kampus Unnes Sekaran Gunung Pati,  harga seporsi nasi kucing ini cuma berkisar antara 1500-2500 perak aja.. Buset dah, murah banget kan? Terus karena tempatnya yang santai khas angkringan, mahasiswa yang makan yang di sini biasanya gak cuma mau cari makan aja, tapi juga pengen menikmati malam sambil ngobrol bareng teman2.. Nasi kucing angkringan ini sangat populer di kalangan Mahasiswa Unnes :)

Ada banyak warung kucingan yang berada di wilayah kampus Unnes. Tinggal pilih saja sesuai selera mahasiswa. Warung kucingan yang sering saya kunjungi adalah warung kucingan yang berada di Jalan Cempaka Sari, tepatnya di daerah minimarket cempaka. Warung kucingan disana sangat laris, dan juga murah meriah. Untuk porsi nasi kucing ayam hanya dihargai Rp 2000,00 saja. Selain itu, ada juga warung kucingan yang sering saya kunjungi, masih dalam satu wilayah Jalan Cempaka Sari, namun untuk warung yang satu ini bertempat di Jalan Cempaka Sari Timur, tepatnya di sebelah minimarket "Nurjanah". Kalian yang ngekos di daerah sini pasti tahu deh dan udah gak asing lagi sama tempat ini. Jika ada yang belum pernah mencoba menu kucingan / nasi kucing, ayo buruan cobain :D dijamin ketagihan deh :D ^_^

Sumber Foto dan Artikel : fentyendra.blogspot.com

Saturday, January 18, 2014

Tempe Mendoan Ngapak di Unnes

Mendoan, makanan tradisional yang identik dengan kesederhanaan yang biasanya hanya ditemui di rumah atau warung makan sederhana. Namun berkat kreatifitas salah satu alumni mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES), makanan khas orang "ngapak" ini berhasil menjadi menu utama di cafe tempat nongkrong mahasiswa.

Mendoan berasal dari kata "mendo" yang berarti lembek atau setengah matang. Seperti namanya, makanan berbahan baku tempe asal daerah Banyumas tersebut merupakan makanan olahan tempe yang digoreng tepung setengah matang serta masih mengandung minyak. Mendoan biasanya disajikan hangat dilengkapi cabai rawit atau sambal kecap.

Di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Semarang, mendoan dibuat tidak "mendo". Hal tersebut membuat para penikmat mendoan asli Banyumasan terkadang rindu mendoan yang sebenarnya. Namun siapa sangka, kerinduan terhadap cita rasa mendoan Banyumasan melatar belakangi Tri Anggoro membuka sebuah cafe mendoan. Pria asal Banjarnegara, Banyumas, yang kerap dipanggil Aang tersebut bahkan rela banting setir dari seorang karyawan kantoran menjadi penjual mendoan.

"Ide itu muncul sejak 2008 lalu waktu saya masih kuliah semester 3. Karena dana dan restu orang tua belum memungkinkan, maka Teras ini baru bisa saya buka 4 bulan yang lalu, " terang Anggoro saat ditemui di tempat "Teras M.R. Bawor" miliknya di Jalan Raya Sekaran, Gunung Pati Semarang, Jumat (14/12/2012).

Nama M.R. Bawor sendiri tidak sembarangan ia pilih. M.R. disini bukan berarti mister atau tuan. M.R. merupakan inisial nama seseorang yang enggan ia sebutkan nama lengkapnya. Sedangkan Bawor merupakan nama Banyumasan, yaitu tokoh pewayangan yang dikenal sebagai Bagong.

Ia mengamalkan nilai dari karakter Bawor yaitu cablaka blakasuta yang berarti apa adanya dan bersahabat. Ia berharap Teras M.R. Bawor menyajikan menu yang apa adanya dan menjadi tempat mempererat persahabatan pengunjungnya.

Namun menu yang apa adanya ini bukan berarti monotone. Di "Teras M.R. Bawor" miliknya, Ia menyediakan beragam olahan mendoan, seperti mendoan keju, mendoan gulung yang berisi beragam pelengkap, mendoan klenger yang super besar, dan yang istimewa adalah mendoan M.R. Bawor itu sendiri.

"Tempe didatangkan langsung dari Banjarnegara setiap dua hari sekali, jadi makin asli rasanya," ungkapnya Anggoro kembali menambahkan, layaknya tempat nongkrong pada umumnya, dirinya juga menyajikan menu lain seperti beragam jenis kopi, coklat, dan lain sebagainya. Fasilitas pendukung seperti wi-fi gratis dan kartu bridge pun Ia juga sediakan. Bahkan nantinya ia ingin membuat perpustakaan mini di cafenya. "Biar nongkrongnya sehat," ungkapnya.

Alumni Jurusan Pendidikan Ilmu Sejarah yang baru saja wisuda April lalu ini menyatakan kemampuan berbisnisnya ia kembangkan secara otodidak.

Awalnya ilmu berwirausaha ia dapatkan dari sahabat. Sementara, resep mendoan itu ia dapatkan dari nenek dan ibunya. Dari hal ini, ia menekankan betapa pentingnya persahabatan dan kasih seorang ibu terhadap sebuah kesuksesan.

Awalnya usahanya dicemooh banyak orang karena anggapan bahwa menggoreng mendoan adalah pekerjaan yang tidak layak bagi seorang sarjana. Di awal usahanya ia juga sempat mengalami jatuh bangun. Bahkan di bulan pertama ia mengalami rugi dan sempat berhenti setengah bulan. Namun ia justru merasa beruntung pernah gagal. Karena selain cemoohan orang, kegagalan merupakan motivasi untuk terus maju.

Jika bisnisnya terus maju bukan hanya keuntungan finansial yang ia peroleh, budaya tradisional juga mampu ia lestarikan. Pengunjung bukan hanya makan dan nongkrong, mereka dituntut untuk menghargai eksistensi sebuah budaya. Lebih dari sekadar mendoan, mendoan berlabel Bawor, mencirikan bahasa "ngapak" , seperti yang ia tempel di dindingnya: "ora ngapak, ora penak" (tidak ngapak, tidak enak).

Sumber : seruu.com dan liputan6.com

Saturday, December 7, 2013

Warung Makan Pak "Matori", Termurah se-UNNES

SeputarUnnes.Com, mencari warung makan di kawasan unnes sangat lah mudah, mulai warung sate sampai warung tempe.

Akan tetapi sulit menentukan pilihan makan apa untuk hari ini, ehhh... makan di mana untuk hari ini, apalagi jika kondisi akhir bulan dan belum dapat kiriman uang saku dari orang tua. Padahal di Semarang sudah tidak ada pekerjaan yang bisa mendapatkan uang, dan hanya mengandalkan uang saku dari rumah.


Tim SeputarUnnes.Com memberi rekomendasi untuk Anda yang sedang dalam posisi tersebut di atas, selain porsi banyak dan harga murah, salah satu sisi baik yang lain dari warung "Pak Matori" ini adalah kebersihannya.

Tim SeputarUnnes.Com mencoba dan memang benar, makan banyak hanya Rp. 4.000,- sudah termasuk minum. Bener-bener warung makan termurah se-Unnes. (TG)

Alamat : Jl Cempaka Sari Timur ( daerah Belakang FIK ) , dari Pertigaan Cempaka Sari dan Gang Pete Lurus Terus ( Kanan Jalan )


Omah Penyet, Rasa Sambal Khas Semarang

Omah Penyet, Rasa Sambal Khas Semarang

Masih dalam masa upload,

Punya Usaha, kirim via email diskripsi usaha Anda, beserta foto, akan masuk pada direktori SeputarUnnes.Com , GRATIS...!!!